Jumat, 06 Maret 2015

Sedih dan Seneng itu Sepaket!

Diposting oleh Unknown di 16.16

7 Maret 2015

Hari dimana seorang teman sedang bergelut dengan masalahnya dan menumpahkan semua masalahnya kepadaku, ialah hari dimana aku juga sedang mengalami masalah dengan kekasihku. Aku sangat amat menjadi seorang teman yang baik dengan mendengarkan berbagai macam keluh kesah seorang teman. Dari pagi hingga malam dan memasuki pagi lagi. Hari dimana aku juga sedang bingung dengan kelanjutan hubunganku. Tapi aku sama sekali tidak menomorsatukan kepentinganku. Karena aku pikir, masalahku tidak ada apa-apanya dibandingkan temanku yang hampir batal menikah. Sedangkan aku? Hanya masalah putus cinta. Di usia yang baru lima bulan menjalaninya.

Disebut aku egois. Ya, memang aku egois dalam hal percintaanku dengan pasanganku. Tapi aku bukan seorang yang egois dalam menghadapi temanku. Aku selalu mendahulukan kepentingan mereka di atas kepentinganku. Tapi, masih saja orang berkata aku egois.

Kuakui memang aku egois. Karena sifat itulah aku dan mantanku yang terakhir setuju memutuskan hubungan. Karena aku belum bisa ikhlas menerima sifat dan serentetan hobi berpetualangnya. Dan dia pun belum bisa menerima aku dan semua sifat kegoisanku - yang sebenarnya bisa ku potong jika ku mau -. Sudah kutawarkan jika aku bisa memotong egoku, namun katanya tetap tak bisa. Ya, daripada semua menjadi tekanan batin saat menjalani hubungan, sebaiknya disudahi hubungan yang baru seumur jagung ini.

Sedih? Jelas sedih. Aku sudah mulai sayang dan jatuh cinta dengannya. Dengan segala perhatian dan ketertarikanku padanya, dia membuatku yang awalnya biasa-biasa saja hingga menjadi mencintainya. Tapi, aku sadar bahwa niat awalku menerima dia sebagai pacar bukanlah semata-mata karena aku suka dan karena Allah. Melainkan harena hartanya. Itu bukan niat yang baik bukan saat mengawali sebuah hubungan? Dan alasan itulah yang membuatku sekarang sadar dan tak terlalu jatuh dalam lubang keterpurukan patah hati.

Satu hari hingga dua hari setelah hubunganku berakhir, tidurku sama sekali tidak nyenyak. Ada sesak di dalam dada. Ada perih dalam perut. Tapi itu semua bukan karena ashma ataupun maag. Ya karena masalah putus cinta. Saat aku mengalami itu semua, sialnya aku sedang ada diperiode bulanan. Mau curhat sama Allah terhadang karena belum suci. Dan Alhamdulilah keesokan harinya sudah bisa melaksanakan mandi besar dan akhirnya sholat. Kutumpahkan segala rasa sesalku, rasa salahku, dan curhatanku kepada Allah. Kuminta pertolonganNya serta bantuanNya, agar aku bisa ikhlas menghadapi kenyataan perih ini. Dan bisa berdamai dengan keadaan yang kualami sekarang. Lega. Walau dada masih terasa sesak. Lalu saat malam menjelang, sebelum tidur kuberdoa untuk diberikan tidur yang nyenyak, dihilangkan semua beban di dada, dilapangkan dadaku, dibesarkan hatiku, dan dibukakan pikiranku saat bangun. Dan alhamdulilah atas kuasa Allah SWT, aku bangun dengan dada yang tak terasa sesak lagi. Kuasa Allah memanglah luar biasa.

Satu hari dimana di pagi harinya aku menangis tersedu-sedu hingga sesenggukan di kamar. Menghabiskan banyak tissue. Ialah satu hari dimana aku merasakan kebahagian. Sorenya aku mendapatkan kabar bahwa aku adalah salah satu seorang yang beruntung yang lolos memasuki tahapan interview user di rekrutmen adp bank BNI. Alhamdulilah. Atas kuasa Allah, yang paginya aku menangis sedih, sorenya menangis bahagia. Karena memang dalam hidup ini yang namanya sedih dan seneng itu sepaket. Kalau sekarang aku sedang sedih memikirkan nasib kejombloanku, kita tidak tau kan di depan nanti akan ada pangeran yang menjemputku dengan kereta kuda. Sembari aku menunggu pangeranku, aku akan memperbaiki diriku. Agar aku bisa membahagiakan seseorang yang nantinya juga akan membahagiakanku. Aamiin.

0 komentar:

Posting Komentar

 

A Piece of Life Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review