Kamis, 19 Februari 2015

Sebuah Kehadiran dan Pelukan

Diposting oleh Unknown di 06.26

19 Februari 2015

Ada yang bilang bahwa "bukan dateng engganya.. tapi ada kabar.. turut berduka.. via telp.." Hey, bukankah saat kita merindukan seseorang dengan hanya berikirim suara via telepon masih ada yang kurang? Nah, ini apalagi menyangkut yang sedang mengalami duka. Ditinggalkan orang tua membuat kita sangat amat merasa sedih. Aku tau gimana sedihnya ditinggalkan orang yang amat berarti, ya walaupun aku belum pernah merasakannya.

Ketika seseorang kesakitan/sedih, kamu ga harus ikut merasakan sakitnya (simpati), tapi harus memahami ia sakit (empati).

Sebuah kehadiran teramat sangat bermakna dikala kita sedang mengalami kesusahan. Datang saat teman merayakan pernikahannya adalah sesuatu yang lumrah. Seperti kita ada disaat orang lain bahagia. Namun, datang disaat teman sedang mengalami kesusahan seperti baru saja ditinggalkan orangtua meninggal adalah salah satu bentuk simpati yang seharusnya dinomorsatukan. Layaknya kita ada disaat orang lain kesusahan.

Jujur, untuk seorang teman aku termasuk tipe yang datang ke undangan pernikahan hanya yang kuanggap kenal baik saja. Untuk yang sekedar "kenal" atau "tau" saja ga aku datangi karena biasanya letaknya luar kota. Karena masih banyak orang yang akan bersuka cita merayakan kebahagiaan mereka. Sedangkan untuk teman yang sedang berduka, aku selalu datang. Selalu dan harus.

Sudah dua kali ini aku ada tepat disaat teman kehilangan orang tuanya. Yang pertama dulu waktu masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Namanya zaim. Aku ada di sampingnya saat tau bahwa ibunya telah meninggal. Aku melihat langsung ibunya yang sudah tak bernyawa tepat di depan mata kepalaku sendiri. Dan apa yang aku lakukan? Aku langsung memeluk temanku yang sedang bersedih itu. Kedua, saat sudah duduk di bangku kuliah. Namanya olip. Aku ada saat dia mendapat telepon bahwa ayahnya baru saja meninggal. Lagi-lagi yang kulakukan adalah memeluk temanku. Erat.

Dengan sebuah pelukan, kita seperti menyalurkan energi positif kepada si penerimanya. Seperti kita merasakan hal yang sama seperti apa yang dia rasakan. Sama-sama berduka, sama-sama sedih, dan sama-sama menangis. Pelukan adalah sebuah obat untuk menguatkan batin seseorang yang sedang terluka. Pelukan juga dibutuhkan bagi seorang yang teramat bahagia. Dengan sebuah pelukan, kita bisa merayakan hal yang menyenangkan bersama-sama.

Itu sebabnya, kenapa aku harus datang dikala teman sedang mengalami duka. Sebuah kehadiran dengan pelukan di dalamnya akan membuat efek seperti,
"Ini loh aku ada untuk kamu. Saat kamu sedih aku ada. Kamu boleh menangis di pelukanku supaya kamu sedikit tenang dan bisa meluapkan emosimu walau sesaat". Sebuah pelukan memberikan ketenangan tersendiri. Seperti kita mengelus punggung seseorang. Akan membawa kita rileks walau sesaat. Itu yang sangat dibutuhkan untuk seorang yang sedang jatuh. Karena buatku, sebuah pelukan adalah penyalur damai hati seseorang sekaligus pelega perasaan yang tak sanggup diungkapkan.

Untuk kekasihku,
"Aku butuh kamu untuk kupeluk saat kacaunya diriku menghadapi cobaan hidup. Dan aku juga butuh kamu untuk kupeluk saat aku merayakan apa yang dapat kuraih dalam hidup".

0 komentar:

Posting Komentar

 

A Piece of Life Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review