Tampilkan postingan dengan label #30HariMenulisSuratCinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #30HariMenulisSuratCinta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Februari 2015

Day #13 I Stand By You

Diposting oleh Unknown di 14.17 0 komentar

11 Februari 2015

Untukmu yang masih sendiri,
Jangan pernah menganggap bahwa kamu seorang yang tak pantas untuk dicintai. Tidak, kamu hanya perlu membuka pintu hatimu dan cobalah untuk menerima keadaan. Keadaan bagaimana kita menjalani hidup bahwa tak selamanya apa yang kita mau menjadi nyata. Begitupun soal pasangan. Aku tak menganggap kamu terlalu pemilih. Tapi kamu tau bukan, tak ada yang sesempurna dan tak akan ada seseorang persis seperti yang kamu mau. Maka, bukalah mata dan pintu hatimu.

Untukmu yang sedang patah hati,
Aku tau bagaimana perasaan yang kamu hadapi sekarang. Akupun pernah merasakannya. Mungkin tidak sesakit dirimu. Ya, usia hubungan yang telah menginjak tahun ke delapan dan harus berhenti tanpa ada ending yang membahagiakan adalah suatu hal yang perih untuk dihadapi. Bahkan ribuan helai tisu pun tak akan cukup untuk mengusap air matamu. Tapi kamu tau bukan, bahwa badai pasti akan berlalu. Hujan pasti akan reda. Luka pasti akan sembuh. Begitupun harimu sekarang. Pasti bisa kamu lalui. Dan senyum yang ada diwajahmu, juga akan mengembang di hatimu.

Untukmu yang akan menikah,
Kamu adalah seseorang yang dalam waktu dekat ini akan mengalami kebahagiaan tiada tara. Mimpi terbesar seorang wanita akan kamu dapatkan. Yaitu, menikah. Tapi mengapa kamu selalu bersedih? Muram? Dan merasa bimbang? Coba hilangkan semua perasaan was-was yang ada dalam pikiranmu. Masalahmu dengan (calon) pasanganmu tentang urusan pernikahan yang tak kunjung usai dengan penyelesaian jarak jauh memanglah hal yang sulit. Aku tau itu. Akupun ikut larut dalam kebingungan saat kamu menceritakan semuanya. Tapi sabarlah. Hanya 3 bulan mulai sekarang kamu akan menjadi wanita yang paling beruntung dan bahagia. Yang akan menjadi ratu dalam sehari. Percayakan semua pada pasanganmu. Kalau dia benar jodohmu, maka dia tau apa yang harus dia lakukan untuk semua masalah yang kamu hadapi sekarang.

Untukmu(ku) yang masih mencari pekerjaan,
Aku sebut kita. Iya, kamu dan aku yang masih mencari pekerjaan. Selepas wisuda bukan malah lega, namun kebingungan melanda kita. Aku tau yang kamu rasakan karena aku benar-benar masih ada di fase ini. Kamu yang selalu mengeluh bahwa ijasah yang kamu punya belum juga 'laku'. Kamu yang selalu bilang bahwa kamu sudah cukup stress untuk ini. Akupun. Namun sekalipun aku tak pernah berpikiran seperti itu. Aku hanya berpikir bahwa ini belum waktunya. Bukankah hidup bukan tentang mengeluh. Bukan tentang menyesalkan apa yang kita alami. Dan bukan tentang memaki masalah yang kita hadapi. Bukan itu. Menurutku, hidup itu tentang usaha dan doa. Cobalah kamu hilangkan keluh kesahmu yang tiada henti itu. Gantilah dengan usaha dan ucapan syukur kepada Sang Pencipta. Mungkin pekerjaan belum datang pada kita. Tapi percayalah, bahwa setidaknya kita telah melegakan hati dan membuka pintu rezeki kita semakin dekat.

Teman-temanku dan aku, mari kita berdamai pada keadaan yang kita alami sekarang. Sekarang akan segera berganti dengan nanti. Kita tidak tau akan apa yang ada di depan kita. Tapi yakinlah bahwa rencana Tuhan tak ada yang tak baik. Marilah kita menggenggam dan saling menguatkan. Kita berjalan bersama menuju cahaya yang akan segera menyinari kita. Dengan mengucap "Bismillahirrohmanirrohim" kita pasti bisa menghadapi ini semua. Amin.

Love you all,
Retno.

Minggu, 08 Februari 2015

Day #11 Yaang ke Sembilan

Diposting oleh Unknown di 16.50 0 komentar

9 Februari 2015

Dear pemilik akun @fendyhertanto,

Selamat tanggal 9 yang kelima bulan. Sebenarnya ganjil kalo tiap bulan bilang ini. Tapi kamu yang memulainya dan aku sangat menikmatinya.

Yaang. Aku mau tanya. Apa rasamu ke aku masi sama kaya waktu awal pacaran? Masih sama, makin nambah, atau mala makin kurang? Aku tanya ini bukan karena aku ga yakin. Engga. Aku cuma makin cinta kamu. Tiap hari. Yaa walaupun aku sering bikin kamu gengges karena mood-ku yang ga jelas.

Yaang. Inget ga waktu awal kita jadian aku bilang kalo aku cemburuan. Iya. Aku cemburuan. Bahkan sama temenmu sendiri. Sekarang keliatan kan? Maafin aku ya.

Yaang. Inget ga waktu itu kamu bilang kalo tiap hari kudu bilang "I love You?". Waktu itu aku heran. Kemudian aku bahagia. Tapi kenapa sekarang uda jarang? Ah, mungkin itu cuma perasaanku.

Yaang. Buat kamu aku orang yang amat sangat labil. Sampe kamu sering bingung sama aku. Mungkin itu bawaan geminian. Tapi kamu tau, cintaku sama kamu ga labil ya. Masih sama dan terus nambah.

Yaang. Ini hari senin tanggal sembilan. Sebentar lagi tanggal empat belas dan itu valentine's day. Inget ga aku minta apa? Aku minta permen sugus rasa nanas. Permintaanku sederhana. Tapi cintaku sama kamu luar biasa.

Yaang. I love you so damn much.

Love,

Retno.

Jumat, 06 Februari 2015

Day #9 Teman?

Diposting oleh Unknown di 12.56 0 komentar

Untuk kamu yang sedang bahagia.

Ingatkah kamu saat butuh aku? Option Ping!!! Bbm sampai jebol kamu kirim ke aku. Kemudian aku datang. Ku tanya "Ada apa?". Jawabmu "Aku butuh bantuin". Dengan sigapnya lalu aku membantu. Tanpa ada yang kupikirkan segera ku berangkat. Lalu apa balasannya? Tidak ada. Tidak. Aku tidak mengharap balasan apapun darimu. Seenggaknya, jangan datang dikala membutuhkanku saja. Setelah apa yang kamu butuhkan selesai, kamu pergi.

Apa itu yang dibilang teman?

Ini loh sebabnya aku selalu tidak percaya akan pertemanan. Belum ada yang benar-benar ada saat sedih pun senang. Semua cuma ada saat ada butuhnya. Untungnya, aku bukanlah yang seperti itu.

Dari seseorang yang kamu anggap "teman baik". Terima kasih.

Rabu, 04 Februari 2015

Day #7 Kekuatan Besar Itu

Diposting oleh Unknown di 16.47 0 komentar
5 Februari 2015

Ada sesak tapi bukan asma.
Ada perih tapi buka maag.
Lantas itu apa?

Kira-kira seperti itulah yang kurasakan sekitar setahun yang lalu. Akupun tak sadar, entah kekuatan darimana aku bisa menggantinya dengan sebuah senyuman yang selalu mengembang di bibirku.

Kamu tau aku begitu kuat karena apa? Karena aku selalu ingat bahwa masih banyak hal yang membahagiakanku dibanding membuatku merasa sedih dan terpuruk.

Aku punya keluarga yang selalu menghangatkanku.
Aku punya teman-teman yang selalu menceriakan hariku.
Dan yang paling penting, aku punya Tuhan yang selalu mengulurkan tangannya untuk kuraih dan kugenggam,  agar aku selalu bisa berdiri tegak.

Aku, manusia dengan begitu banyak keberuntungan dan aku sadar itu. Terima kasih Tuhan, engkau selalu membuatku merasa bersyukur.

Love,
Retno. ❤

Day #6 For The First Time In Forever

Diposting oleh Unknown di 00.52 0 komentar
4 Februari 2015

Yang ku ingat dari sebuah pertemuan pertama adalah bulu mata lentikmu. Iya, bulu matamu yang lentik membuatku terpesona. Saat itu.

Jujur, sampai sekarang pertemuan itu masi menjadi sebuah pertemuan yang istimewa. Kenapa? Karena kamu yang pertama kali membuat otakku memberi perintah kepada jemariku untuk mengetik 'ya' pada seseorang yang hanya berkomunikasi melalui pesan singkat.

Kamu, seorang yang pernah singgah di hatiku. Seorang yang pernah membuat hariku berwarna. Seorang yang pernah membuat bibirku terangkat keatas sebagai tanda kebahagiaan. Sekaligus seorang yang membuat mataku menitikkan air mata sebagai tanda kekecewaan.
Apa kabar kamu? Ku harap seperti kata-katamu dulu bahwa kamu akan baik-baik saja tanpa aku. Akupun baik-baik saja sekarang. Tidak, aku tidak baik-baik saja. Aku bahagia. Sangat bahagia bersama penggantimu.

Dulu, aku sempat berpikir bahwa aku tak mungkin bisa mendapat kebahagiaan lain selain darimu.
Dulu, aku sempat mengira bahwa hanya kamulah yang membuatku jatuh cinta.
Dulu, aku sempat tidak yakin adanya cinta lagi.

Tapi itu dulu. Sebelum aku berdamai dengan masa lalu. Sekarang ada seseorang hebat yang membuatku kesulitan untuk mengingat kenangan manisku bersamamu. Sungguh, aku sangat kesulitan jika disuruh bercerita kembali tentang kita dulu. Seorang itu benar-benar luar biasa. Dia yang mengajarkanku berdamai dengan masa laluku bersamamu. Bukan seperti kamu, yang menyuruhku pergi darimu. Beruntung aku telah terlepas dari pikiran yang sempat membutakanku selama hampir setahun.

Untukmu kemarinku...
Terima kasih untuk pertemuan manis.
Semanis juice yang kita habiskan.
Dan terima kasih juga untuk perpisahan yang kata orang 'baik-baik'.
Namun menyisakan linangan air matamu...
.
.
.
... di celana jinsku.

Regards,
Your ex.

Selasa, 03 Februari 2015

Day #5 My Future Husband

Diposting oleh Unknown di 15.32 0 komentar
3 Februari 2015

To: My Future Husband

Hello, good morning..
 
How are you today? Great?
I may don't know who you are and where you are, but I just want to make sure that you will never give up to find me.
Because I'll be waiting for you here.
I love you :)

From: Your Future Wife

Senin, 02 Februari 2015

Day #4 Prince Charming in My Childhood

Diposting oleh Unknown di 06.34 0 komentar
2 Februari 2015

Hallo Prince Charming di masa kecilku..

Aku masih ingat betul bagaimana kita bertukar crayon untuk mewarnai buku bergambar. Aku juga masih ingat bagaimana kita bermain hujan dengan hanya mengenakan pakaian dalam. Berlarian dari satu gang ke gang lain dengan tawa riang. Dan aku juga masih sangat ingat bagaimana kamu mengusir laba-laba yang mengangguku dengan keberanianmu.

Setelah kepindahan itu, kita sama sekali lost contact. Sama sekali tak pernah bertatap muka lagi. Hingga saat aku mengingatmu, hanya terlintas samar-samar wajah dengan tahi lalat dekat bibir. Itu kamu.

Kamu, masihkah mengingatku? Ah, kurasa kamu pasti lupa. Karena aku hanya bagaikan goresan diatas pasir pantai, yang akan hilang seiring dengan datangnya ombak.

Regards,
Yang akan selalu mengingat masa kecil kita.

Sabtu, 31 Januari 2015

Day #2 Katakan Padanya, Owi.

Diposting oleh Unknown di 16.23 0 komentar
31 Januari 2015
Pertemuan ini berbeda seperti pertemuan sebelumnya. Kali ini menyisakan kekecewaan di hatiku. Aku masih enggan bercerita. Tapi aku benar-benar kecewa.
Memasuki kamar, kulepas dan kuhempaskan begitu saja kerudungku. Terduduk aku di atas kasur. Kemudian tanpa sengaja mataku menatap nanar ke arah pojok meja belajar. Kemudian tersenyum kecut.
Ada sebuah boneka di dalam kotak. Bertuliskan namaku lengkap dengan title yang baru kudapat. Boneka itu bernama Owi. Iya, kunamakan Owi, singkatan dari bOneka WIsuda. Baru kali ini aku memberi nama pada sebuah boneka. Owi boneka istimewa. Ku dapat Owi dari seseorang sebagai kado wisudaku. Owi, boneka dari seseorang baru membuat hatiku sedikit kecewa.
Owi..
Kamu berhasil membuatku tersenyum,
bahkan sebelum melihatmu secara langsung.
Kamu berhasil membuatku jatuh cinta,
seperti mendapat sebuah doa yang dikabulkan.
Kamu berhasil membuatku menjadi seseorang yang istimewa,
disaat aku merasa bukan siapa-siapa.
Terima kasih, owi.
Kamu membahagiakan ku.
Owi..
Katakan pada pemilikmu dulu. Bahwa aku sedikit kecewa dengannya malam ini. Tapi tak sedikitpun rasa sayangku berkurang kepadanya.
 

A Piece of Life Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review