31 Januari 2015
Pertemuan ini berbeda seperti pertemuan sebelumnya. Kali ini menyisakan kekecewaan di hatiku. Aku masih enggan bercerita. Tapi aku benar-benar kecewa.
Memasuki kamar, kulepas dan kuhempaskan begitu saja kerudungku. Terduduk aku di atas kasur. Kemudian tanpa sengaja mataku menatap nanar ke arah pojok meja belajar. Kemudian tersenyum kecut.
Ada sebuah boneka di dalam kotak. Bertuliskan namaku lengkap dengan title yang baru kudapat. Boneka itu bernama Owi. Iya, kunamakan Owi, singkatan dari bOneka WIsuda. Baru kali ini aku memberi nama pada sebuah boneka. Owi boneka istimewa. Ku dapat Owi dari seseorang sebagai kado wisudaku. Owi, boneka dari seseorang baru membuat hatiku sedikit kecewa.
Owi..
Kamu berhasil membuatku tersenyum,
bahkan sebelum melihatmu secara langsung.
Kamu berhasil membuatku jatuh cinta,
seperti mendapat sebuah doa yang dikabulkan.
Kamu berhasil membuatku menjadi seseorang yang istimewa,
disaat aku merasa bukan siapa-siapa.
Terima kasih, owi.
Kamu membahagiakan ku.
Kamu berhasil membuatku tersenyum,
bahkan sebelum melihatmu secara langsung.
Kamu berhasil membuatku jatuh cinta,
seperti mendapat sebuah doa yang dikabulkan.
Kamu berhasil membuatku menjadi seseorang yang istimewa,
disaat aku merasa bukan siapa-siapa.
Terima kasih, owi.
Kamu membahagiakan ku.
Owi..
Katakan pada pemilikmu dulu. Bahwa aku sedikit kecewa dengannya malam ini. Tapi tak sedikitpun rasa sayangku berkurang kepadanya.
Katakan pada pemilikmu dulu. Bahwa aku sedikit kecewa dengannya malam ini. Tapi tak sedikitpun rasa sayangku berkurang kepadanya.
0 komentar:
Posting Komentar