Jumat, 27 Mei 2011

(bukan) Definisi Kemapanan ..

Diposting oleh Retno Triwilujeng di 19.59
Entah harus merasa apa, menjalani kehidupan dewasa itu ternyata tidak segampang yang dipikirkan. Suatu hari saya pernah menulis di status facebook `pingin kembali ke masa SMA, ketika masalah kita hanya bagaimana supaya Matematika tidak dapat lima`. Seiring dengan jiwamu bertumbuh, saya memakai kata jiwa, karena pertumbuhan jiwa dengan usia terkadang tidak sinkron.

Ya, seiring dengan pertumbuhan jiwa yang kamu rasakan. Banyak tuntutan yang muncul dalam kehidupanmu. Tuntutan ini bisa berupa, macam-macam—antara lain sesuatu yang sangat populer di masyarakat disebut dengan kemapanan. Mengobrol dengan beberapa orang yang telah tiba pada usia-usia tertentu, mereka merasa perlu memperkaya diri mereka dengan materi tertentu sehingga mereka memang dianggap layak untuk menjadi manusia.

Sedangkan saya mengalami kebingungan dan sering sekali bertanya kepada diri saya sendiri, bahwa apa betul yang bernama kemapanan itu mesti harus berhubungan dengan materi. Sampai di sini saya tidak berani bertanya kepada diri saya lebih lanjut. Karena sisi hati saya berteriak bahwa, ia masih butuh materi.

Tapi bukan berarti sisi hati saya lainnya hanya diam saja. Diam-diam ia juga turut menyuarakan sesuatu yang ada di dalam. Yang mungkin selama ini terbangun dengan begitu kerasnya. Hampir dua tahun belakangan ini saya bergumul cukup keras dengan beberapa pilihan menyangkut kehidupan saya.

Lucunya, hampir semua teman-teman seumuran saya berpendapat bahwa memasuki usia dewasa sudah selayaknya dibuktikan dengan kemapanan. Dimana materi dalam hal ini begitu diangung-agungkan. Saya tidak munafik, sampai detik ini pun saya sendiri masih butuh uang. Saya hanya tidak setuju kalau mapan yang memang digembar-gemborkan itu adalah melulu soal materi.

Bagaimana kalau pertanyaannya di balik begini: sudahkah kamu mengerjakan passion-mu di usia mu?

Bukannya mau sok-sok memotivasi. Tapi apa betul mapan yang kamu ingin capai itu hanya berupa materi saja. Bagaimana dengan mimpi? melakukan hal-hal yang kamu betul-betul suka—berkhayal untuk menjadi sesuatu, lalu mulai berangsur-angsur menjadi seperti yang kamu hayalkan.

Melakukan passion-mu secara sungguh-sungguh terkadang membuatmu lupa kepada kemapanan yang hanya bersifat materi. Bermimpi lalu mengerjakan mimpimu, merajutnya dalam diam tanpa seorang pun tahu, membuatmu semakin ulet di dalam. Dan hasilnya tidak kelihatan di luar. Membangun rumah besarmu melalui denah kecil, dengan tumpukan batu bata dan tanah yang kelihatannya berantakan, tidak lantas segera membawamu mendapatkan rumah mewah.

Kemapanan sesungguhnya adalah bukan apa yang kelihatan di luar. Tetapi membangun keyakinan yang cukup tangguh di dalam dirimu, untuk percaya bahwa kelak kamu akan besar karena mimpimu.

Hanya ada dua hal besar yang ingin saya kerjakan di dalam hidup, sebutlah ini passion saya:   writing dan become a teacher.

Saya jatuh cinta dengan mereka.

Kelak saya akan besar di sini. Semoga kalau waktu itu tiba, saya tetap sederhana. Semoga saya mampu mengingat bahwa ada masa-masa menangis panjang yang saya hadapi seorang diri dan tidak ada seorangpun yang tahu.

Sebutlah ini bukan definisi kemapanan. Kemapanan yang dibangun dari dalam akan lebih baik ketimbang apa yang kelihatan dari luar. Dan biasanya, harganya lebih mahal dari materi apapun—berapapun jumlahnya.

0 komentar:

Posting Komentar

 

A Piece of Life Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review