Rabu, 01 Juni 2011

Melipat Baju

Diposting oleh Retno Triwilujeng di 20.09

Ini malam kamis. Aku pulang dengan perasaan kosong. Mata mengantuk, karena seharian Aku di luar. Masuk ke kamar dan bingung hendak melakukan apa. Menyalakan radio. Mengganti baju.

Kemudian terpikir untuk membuat teh. Siapa tahu setelah ini perasaanku lebih tenang. Melirik keranjang baju, lalu melihat beberapa tumpukan baju yang sedikit berantakan. Kaos yang tercampur dengan celana yang belum sempat di setrika.

Kemudian aku mulai melipat baju.

Aku suka pekerjaan melipat baju. Entah kenapa melipat mereka dengan setengah rapih. Mengaturnya kembali. Melihat warna-warna mereka. Membuat aku sedikit tenang. Sejujurnya tidak sepenuh juga begitu.

Aku ini baru ditinggal. Belum juga 2 hari aku ditinggal. Eh sudah kangen. Lalu aku ini sadar, kalau aku sungguh kepayahan meladeni rasa kangen. Mungkin ada kelenjar kangen berlebih di tubuhku.

Ada yang mau. Aku bagi deh. Supaya tidak berlebihan.

Terus-terusan melipat baju. Melihat warna-warna mereka di lemariku. Belum tenang juga. Aku berpikir, kalau saja rasa kangen itu dapat dilipat. Aku akan melipatnya dan meletakkannya di laci bagian bawah bersama kaos-kaos yang sudah usang.

Atau menumpuknya di bagian pakaian dalam bersama bra dan celana dalam yang kebanyakan berwarna hitam.

Kangen itu terkadang berwarna hitam.

0 komentar:

Posting Komentar

 

A Piece of Life Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review