Tampilkan postingan dengan label #ForYou. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #ForYou. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Februari 2015

The Power Of "I Love You"

Diposting oleh Unknown di 06.58 0 komentar

23 Februari 2015

Sebuah chat di siang hari:
Him: Ayaang
Me: Iya yaang
Him: Kok datar ya?
Me: Lagi bbm.an (padahal engga!)
Him: Oiya lupa seharian belum bilang.. I love You..
Me: *cuma diread *girang *senyum2 gajelas *bete langsung ilang
Him: ...
Me: I Love You too

Kira-kira seperti itu percakapan siang tadi. Yap. Sempat badmood sama itu orang. Gegara dia yang selalu update sosmed-sosmednya dibanding ngabarin pacarnya. Line cuma diread dan dia sibuk upload foto-foto touringnya kemarin. Bzzt. Hellooo... pacarmu ini butuh kabarmu, butuh perhatianmu, dan butuh ceritamu. Ini malah lagi-lagi followersnya yang dimanjain dengan berbagai upload.an foto. Situ pacaran sama aku apa followers? Eng ing eng..

Tapi dia pintar sekali membuat suasana mencair. Dia tau sekali bahwa pacarnya ini sedang berada dalam suasana hati yang sedang panas. Dan jurusnya berhasil, dia bilang "I Love You" selanjutnya suasana mencair. Bara api langsung padam dan gunung es langsung mencair. Siapa yang ga seneng coba dikasi kata "I Love You". Yaa walaupun kata itu cuma sekedar kata dan terkesan biasa. Namun buat aku itu luar biasa.

Aku menganggap bahwa dengan kamu berkata seperti itu, aku merasa bahwa aku masih menjadi seseorang yang spesial di hatinya dan tentunya ada tempat untuk aku di pikirannya. Sebuah kata yang sarat akan makna dan jika diucapkan akan membuat pendengar menjadi melting.

Aku pernah menulis tentang beberapa perubahan sikap si pacar akhir-akhir ini. Ya salah satunya adalah dia sudah jarang mengucap kata "I Love You" yang pada mulanya dia sendiri yang membuat rule. Rule dimana setiap hari kita berdua harus mengucapkan kata itu.

Beberapa minggu terakhir sudah jarang sekali terdengar. Ditambah lagi dengan chat melalui bbm yang emoticonnya bisa dibilang sangat biasa.  Hubungan sempat monoton dan terkesan membosankan. Hingga suatu waktu kita menggunakan Line kembali sebagai main chat. Entah kenapa isi obrolan jadi menarik lagi dan jauh dari kata jenuh. Mungkin karena banyak sticker lucu di dalamnya. Sticker brown dan cony yang saling memeluk dan mencium membuat suasana chat hidup dan menarik. Dan dia akhirnya tidak lupa lagi dengan rules yang dia buat. Setiap hari ini kita tak lupa mengucap "I Love You" dan aku sangat menikmatinya. Seperti menjadi moodboosterku setiap hari.

Makasih sayang, kamu sudah menghidupkan kembali obrolan kita yang sempat monoton. I Love You So Damn Much. ❤

Selasa, 17 Februari 2015

Hell Yeah Social Media

Diposting oleh Unknown di 07.43 0 komentar

17 Februari 2015

Lucu, ketika kamu bilang "aku hanya guyonan maen social media" saat sebagian besar waktumu kamu habiskan dengan menunduk ke arah gadget.  Sebenarnya aku sama sekali ga masalah. Ya karena memang kerjaan mu mengharuskan kamu selalu update info di grup whatsapp. Tapi pernah ga sih kamu tau yang namanya "quality time" ?

Saat kita sedang hang out bareng. Kamu masih juga mengupdate info di gadgetmu. Bukan. Bukan masalah kerjaanmu. Setelah selesai kamu buka grup kerjaanmu, kamu tak lupa melihat recent update path dan bbm. Itu yang kamu bilang guyonan? Bukankan sebuah guyonan hanya sebagai pengisi waktu luang? Dan aku mulai sadar bahwa yang kamu anggap guyonan itu adalah prioritasmu. Setelah selesai, kamu baru akan menoleh ke arahku. Simpel sih, aku cemburu dengan sosmedmu, yang selalu kamu update dimanapun dan kapanpun kamu berada. Hingga kamu lupa bahwa di sebelahmu ada seseorang yang menunggumu. Menunggumu menoleh ke arahnya dan akan bercengkrama hangat seperti dulu. Saat kita masih hangat-hangatnya pacaran.

Hingga sekarang, aku sudah lupa rasanya ngobrol panjang denganmu. Segala macam topik pembicaraan bisa menjadi panjang. Mungkin memang, sekarang kita memasuki masa hanya memberi kabar semata. Mengucapkan selamat pagi dan bertanya sudah makan atau belum. Atau yang paling jauh "nanti mau kemana?". Hanya itu. Tanpa ada obrolan panjang nan menarik yang mengharuskan mengirim pesan dengan begitu cepatnya. Seperti saat pdkt.

Jujur, aku kangen masa-masa itu. Masa dimana kita saling tak ingat jam yang telah larut hanya karena obrolan panjang dan tawa yang lepas. Aku ga nyalahin atas perubahan sikapmu. Sama sekali ngga. Cuma aku mau kamu menyadari bahwa aku butuh kamu. Aku butuh perhatianmu seperti dulu.

Senin, 16 Februari 2015

Perubahan

Diposting oleh Unknown di 00.45 0 komentar

16 Februari 2015

Aku menulis ini bukan karena aku tak mau mengutarakannya secara langsung, hanya saja, aku belum terlalu kuat mendapat respon darimu.

Sayang, kamu tau tidak? Sekarang aku sedang lemah. Aku butuh bahumu dan pelukanmu. Tapi, entah kenapa aku merasa kamu semakin jauh. Aku tau ini semua juga karena aku. Kita semua tau bahwa tak akan ada reaksi tanpa adanya aksi.

Aku ga nyalahin kamu, hanya saja aku merasa kamu sedikit berubah. Ehm, sepertinya lebih dari sedikit.  Mungkin perubahanmu emang karena aku. Aku yang datar dan cuek menjadikan kamu sekarang juga begitu. Aku yang jarang pamit dan cerita hari-hariku, membuat kamupun seperti itu.

Kamu inget ga? Kalo dulu temenku pernah bilang bahwa manisnya pacaran hanya di 3 bulan pertama. Inget ga? Dan kamu jawab bahwa kamu ga percaya. Tapi yang aku sekarang rasain itu emang benar. Gada kata-kata manis yang keluar dari bibirmu. Gada telpon yang berdering saat kantuk melandaku. Dan gada lagi respon tentang tulisan-tulisanku di social media.

Pasti, kamu nganggep aku terlalu kekanakan ya? Terlalu manja? Atau terlalu drama? Iya emang aku seperti itu. Kalo boleh bilang, aku cuma kaget akan perubahan ini. Dulu, bisa dibilang aku orang yang kebal atas ketidakperhatian dari pasangan. Tapi, sejak bertemu kamu, aku merasa menjadi seorang yang diperhatikan. Seorang yang dilihat dan seorang yang didengar. Diantara sepi yang melandaku, kamu datang membawa kebahagiaan tersendiri.

Sejak bersamamu, aku selalu merasa diperhatikan. Selalu merasa ada yang melihat dan mendengar apa yang tak kuperlihatkan dan tak kuutarakan. Aku bahagia menjadi seseorang yang memiliki arti seperti itu.

Aku sudah mulai terbiasa akan hal-hal yang sudah kamu biasakan. Dan sekarang, aku juga mulai membiasakan lagi kebiasaan baru. Biasa tanpa ada respon, biasa tanpa adanya telepon, dan biasa tanpa adanya "I love You" yang katamu harus diucapkan setiap hari.

Pesanku untuk kamu yaang.

"Jangan pernah membiasakan sesuatu yang pada akhirnya kamu tak selalu bisa membiasakan itu".

 

A Piece of Life Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review