Minggu, 19 Juli 2015

Nostalgia

Diposting oleh Unknown di 05.28 0 komentar

Minggu, 19 Juli 2015.

Lagi-lagi merasa random. Kemarin mellow gara-gara keinget usia yang ga lagi dapet angpao lebaran.

Malam ini iseng nyobain aplikasi guvera di hp. Karena aku aliran Sherina garis keras maka yang ku search pertama kali ialah nama my idola tentunya. Eh, munculah album sherina dari jaman bahula sampe yang paling kekinian.  Play music!

Ga berhenti sampe situ. Inget bahwa aku fans sherina maka berlarilah ke kamar lama (baca: kamar ibu). Ngubrek-ngubrek laci meja belajar jaman sekolah. Dan wallaaa ... Nemu album sherina jaman kanak-kanak.

Bahagia ? Banget !!!
Rasanya seperti memutar kembali memori masa kecil yang amat sangat tidak boleh dilupakan begitu saja.

Jadi bener kata akun @generasi90 bahwa,

"Bahagia itu sederhana. Nostalgia salah satunya".

Sabtu, 18 Juli 2015

Perjalanan Waktu

Diposting oleh Unknown di 15.04 0 komentar

Sabtu, 18 Juli 2015.

Tiba-tiba jadi terpikir bahwa waktu berjalan begitu cepat.

Dulu, aku hanyalah seorang siswa dengan masalah dimana nilai pelajaran tidak boleh kurang dari SKM. Ya, hanya itu masalahku.

Memasuki bangku perkuliahan, yang aku pikirkan mulai berubah. Bukan hanya bagaimana tentang nilai mata kuliah. Namun, ditambah dengan cerita cinta khas remaja. Tugas yang menumpuk dan galau tentang pacar mengisi hari-hariku diwaktu itu.

dan Sekarang. Aku sedang menulis blog ini. Banyak sekali hal yang kurasa berbeda. Mulai dari kesibukan sehari-hari. Pikiran dan masalah yang ga melulu soal cinta. Dan yang aku rasakan sekarang adalah bagaimana aku bisa melangsungkan hidup lebih baik dari hari ini. Dari segi kualitas kedewasaan dan juga kuantitas secara finansial. Dan tentu saja urusan percintaan harus lebih baik dari kemarin.

21 Juni 2015 lalu aku mencapai usia yang tak lagi muda. Aku sudah bekerja. Memiliki penghasilan sendiri. Dan lebaran tahun ini (alhamdulillah) tak lagi mendapat angpau dari keluarga.

Saat teringat bahwa sekarang aku telah memasuki usia produktif, ada hal yang membuatku sedih. Yaitu orangtuaku juga tak lagi sekuat saat menitahku belajar berjalan dan memarahiku saat aku pulang malam. Jam malam itu tak lagi ada. Dan kemarahan sudah berangsur berkurang seiring dengan sadarnya tingkahku yang tak pantas lagi nakal.

Aku... hanya ingin satu hal.
Melihat orangtuaku bangga terhadapku.
Dan semoga aku masih diberi kesempatan untuk membahagiakan mereka di sisa waktu yang berjalan begitu cepat ini.

Kita tidak tahu siapa yang akan meninggalkan terlebih dahulu.
Namun yang pasti,
pasti akan ada yang ditinggalkan.
Suatu hari nanti.

 

A Piece of Life Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review