Minggu, 26 Februari 2012

Tidak Ada Rumput Tetangga Yang Lebih Hijau

Diposting oleh Retno Triwilujeng di 01.49 0 komentar


Akhir-akhir ini saya sedang terlibat dengan sebuah pemikiran tentang: “rumput tetangga lebih hijau daripada rumputmu sendiri.” Segala sesuatu tentang orang lain lebih sempurna. Karir mereka lebih bagus. Uang mereka lebih banyak. Tubuh mereka lebih langsing. Mereka lebih fashionable. Kulit mereka lebih bagus. Sebutlah mereka sempurna.

Rumput yang ada di halaman mereka lebih hijau. Dan rumputmu jauh lebih kering. Kusam. Dan semacam hampir mati. Kamu kelabakan, kamu merasa perlu menyiram rumputmu lebih sering. Atau diberi pupuk. Semacam ada perasaan tidak nyaman. Kamu merasa insecure. Kamu merasa bahwa segala sesuatu yang kamu miliki pada saat ini hanya kurang.

Lalu kamu mulai berpikir bahwa kamu ingin memiliki kehidupan orang itu. Karena itu akan membuatmu sempurna.

Jadi sempurna itu apa?

Saya tidak pandai membuat definisi. Silakan kamu cari saja sendiri. Tapi bagi saya kondisi sempurna adalah ketika kamu sedang tidak sempurna. Kamu paling sempurna ketika kamu membuat kesalahan. Lalu saya ingin membuat kesalahan dengan kata “rumput” itu tadi. Berbicara tentang apa yang menjadi panggilanmu dan bukan panggilan orang lain. Dan ini adalah hal yang lebih dalam. Hanya hatimu yang tahu. Ini juga berbicara tentang bagaimana kamu menjalani panggilan hidup kamu dengan segala ketidaksempurnaannya. Dan bangga dengan hal tersebut.

And the next question is what’s your calling?

Bagian yang ini silakan tanya kepada dirimu sendiri.

Tidak ada rumput tetangga yang lebih hijau. Jangan pernah salahkan rumput tetangga. Karena mungkin selama ini yang tetanggamu lakukan adalah ia merasa terganggu juga dengan rumputmu yang lebih hijau.

Marilyn Monroe adalah orang yang paling sempurna ketika dia mengerjakan panggilannya semasa ia hidup—yang menurutmu mungkin tidak sempurna.

“Imperfection is beauty.”- Marilyn Monroe

Sabtu, 18 Februari 2012

My Future Husband

Diposting oleh Retno Triwilujeng di 18.21 0 komentar




To: My Future Husband

Hello, good morning.. How are you today? Great?
I may don't know who you are and where you are, but I just want to make sure that you will never give up to find me.
Because I'll be waiting for you here.
I love you :)

From: Your Future Wife

***

Message Sent...

NOT BEAUTIFUL NOT FRAMBOESIA

Diposting oleh Retno Triwilujeng di 06.07 0 komentar

NOT BEAUTIFUL NOT FRAMBOESIA
Quote itu aku dapat dari seorang teman laki-laki yang menurutku pas untuk aku. Ya, not beutiful not framboesia a.k.a tak cantik tak masalah a.k.a gak ayu gak pateken, aku banget ! memangnya dengan kecantikan kita bisa mendapat segalanya ? jawabannya pasti GAK .
Pernah aku membaca quote dari teman ku yang sekaligus bisa menjadi motivator ku,,
Sesungguhnya Allah tidak melihat (menilai) bentuk tubuhmu, dan tidak pula melihat (menilai) kebagusan wajahmu, tetapi Allah  melihat (menilai) keikhlasan hatimu .
So, kenapa kita terus berusaha untuk tampil cantik ? bukankah Allah tidak menilai itu ? apa karena ingin mendapat pujian dari kaum adam . entahlah ..
Akhir-akhir ini aku sering melihat cewek-cewek ababil (abg labil, red) yang sudah mengerti tentang tata cara ber.make-up ria . dengan umur yang masih belasan mereka sudah bisa memakai maskara dan melentikkan bulu matanya . woooo ,, aku rasa aku perlu untuk berguru pada mereka. Aku sama sekali awam tentang hal begituan . sempat aku ingin mencoba, tapi aku pikir lagi. Untuk sekarang buat apa aku pake benda itu ? bukankah aku masih anak kuliahan ?
Nah, kalau di kampus ku yang memakai riasan itu kebanyakan mahasiswi senior. Ehmm, mungkin itu karena tuntutan mata kuliah. Ada salah satu mata kuliah yang mengharuskan mahasiswinya memakai dandanan seperti lipstik, maskara, dan apalah itu aku tak tau. Tapi, kenapa aku melihatnya mbak-mbak itu terkesan berlebihan atau bahasa kasarnya menor ? ich, ini di kampus mbak .. ngapain semenor itu ? ngampus tu mau cari ilmu ato mau pamer wajah sih ? kalau sekedar ke kampus, harus ya pake bedak setebal itu ?
aku mikir, untuk mendapatkan dandanan seperti itu dibutuhkan budget serta waktu khusus . bedak yang sedemikian tebal itu pastilah di beli dengan uang. Kalau bisa beli sendiri sih , itu terserah ya . tapi kalau masih minta orang tua, apa gak kasihan mbak ? lalu, untuk pergi ke kampus, gak mungkin hanya dengan waktu 5 menit bisa langsung jadi tuh dempulan? ia kalo aku, cuma 5 menit langsung wuss berangkat .
Belum lagi uang untuk membeli baju-baju yang up to date serta accesoris penambah kecentilan, nambah lagi tu budget.. uang mu banyak sekali sih ? emang duit jajan cukup ya buat menuhin kebutuhan mu itu ? atau ada suntikan dana dari pihak lain ? pacar mungkin ?! pacar mu iku saknoe se mbak .. hha
Aku ingat betul perkataan dosen ku tentang dandanan mahasiswi sekarang , “mereka itu ke kampus bukan menjadi seorang mahasiswi tapi terlihat seperti ayam”. Whatt ???? ayam ???? istilah apalagi itu ?! dasar bego kau retnoo .. hha, tapi sekarang aku tau. Seorang dosen bisa berkata seperti itu, berarti ya sudah lebai dandanan mu itu mbak-mbak senior.. wkwkwk kasiaann .. sudah susah beli baju + pernak perniknya dan dengan bedak serta antek-anteknya cuma mendapat kata `ayam` dari pak dosen. gak eman tah mbak ?
Pergi kuliah tanpa benda itu sama sekali gak ada masalah . walaupun dengan dandanan sekedarnya, dari rumah memakai bedak yang kalo udah nyampe kampus bedak itu hilang entah kemana dan sedikit pelembab bibir untuk menyehatkan bibir ku yang pecah-pecah. aku masih tetap bisa eksis kok dikampus . tak perlulah yang berlebihan .
Aku nulis postingan ini bukan karena iri loh ya, idihh buat apa iri sama hal yang buang waktu plus buang duit ? Cuma sedikit kritikan buat kalian yang dandan menor ke tepat kuliah. Menurut ku, kalian terlalu menjunjung isilah cantik atau keren tanpa melihat itu pas atau itu memiliki manfaat bagi diri kalian. Tanpa istilah catik atau keren, kalian masi tetep bisa eksis kok. Serius, sebenarnya tanpa menggunakan hal-hal seperti itu kalian sudah cantik .
Ada satu qoute lagi, yaitu ..
Perempuan selalu merasa jelek dan pria selalu merasa tampan
Mungkin itu kali yaa, yang membuat para wanita sering dandan. Karena mereka sering merasa jelek. Coba deh telaah kata-kata patrick aku jelek dan aku bangga ! kata itu yang akan membuat kalian selalu merasa percaya diri dengan apa yang telah diberikan Allah . bersyukur itu ajaib, dengan kata itu kalian bisa merasa cantik dan pecaya diri tanpa mengenakan perhiasan duniawi itu.

Tuhan itu Baik

Diposting oleh Retno Triwilujeng di 05.51 0 komentar
Mungkin Tuhan menginginkan kita untuk bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum kita menemukan orang yang tepat, sehingga ketika pada akhirnya kita menemukan orang yang tepat tersebut, kita akan tahu bagaimana cara untuk bersyukur kepada-Nya :)
-Retno-
 

A Piece of Life Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review